Senin, 28 September 2015

makalah tentang qur'ban



MAKALAH IDUL ADHA
( TENTANG QUR’BAN )













 







Nama : M.Mahbubi
Kelas : X – TKJ 1



           SMK PGRI 1 KOTA SERANG



 - Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, semua umat Islam yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk berqurban dimana mereka menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah. Lalu apakah sebenarnya Qurban itu? Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap.
Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.
Pengertian Qurban Secara Lengkap dengan Penjelasannya

Dalil Disyari'atkannya Kurban
Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3).

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.” (Al-Hajj: 36).
Keutamaan Ibadah Kurban
Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).
Hukum Berkurban
Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).

Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw bersabda, “Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” HR Muslim

Arti sabda Nabi saw, ” ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib.

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.
Hikmah Kurban
Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”
Syarat-syarat Qurban
Binatang yang Diperbolehkan untuk Kurban
Binatang yang boleh untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, “supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

Dan dianggap memadai berkurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza’ (powel/berumur satu tahun).” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Dari Uqbah bin Amir ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza’, Rasulullah saw menjawab, “Berkurbanlah dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza’.
Berkorban dengan Kambing yang Dikebiri
Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.
Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk Kurban
Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat). Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:
  1. Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
  2. Yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
  3. Yang pincang sekali.
  4. Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.
    Rasulullah saw bersabda, “Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).
  5. Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.

Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu:
  1. Hatma’ (ompong gigi depannya, seluruhnya).
  2. Ashma’ (yang kulit tanduknya pecah).
  3. Umya’ (buta).
  4. Taula’ (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).
  5. Jarba’ (yang banyak penyakit kudisnya).

Juga tidak mengapa berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi’i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi’i berkata, “Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali.“
Waktu Penyembelihan Hewan Kurban
Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari ‘Iduladha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.

Dari al-Barra’ ra Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.

Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: ‘Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat’.”

Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam.” (HR Bukhari dan Muslim).
Bergabung dalam Berkurban
Dalam berkurban dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi (kerbau). Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.

Dari Jabir ra berkata, “Kami menyembelih kurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)
Pembagian Daging Kurban
Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah saw bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.

Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.

Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).

Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.
Orang yang Berkurban Menyembelihnya Sendiri
Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza ‘an?” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ?[sebutkan namanya]).

Karena, Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, “Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza ‘anni wa’an man lam yudhahhi min ummati” (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban).” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku–korbanku–hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah,’ Seorang sahabat lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bahkan untuk kaum muslimin umumnya’.

Kamis, 20 Agustus 2015

algoritma

Algoritma Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Algoritma


1. Sejarah Algoritma
          Kata Algoritma berasal dari kata Algorism yang berarti proses menghitung. Kata Algorism berasal dari nama penulis buku Arab terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khuwarizmi. Beliau terkenal sebagai Bapak Aljabar. Al Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Aljabar wal muqabala, yang artinya Buku Pemugaran dan Pengurangan.

2. Definisi Algoritma
         Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis peyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Algoritma adalah uruta logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.
Kata logis merupakan kata kunci dalam sebuah algoritma. Langkah-langkah di dalam algoritma harus logis, ini berarti hasil dari urutan langkah-langkah tersebut harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan hasil yang salah.

3. Struktur Dasar Algoritma
         Pada dasarnya terdapat tiga buah struktur dasar yang menyusun suatu dasar algoritma. Ketiga struktur dasar tersebut  adalah :
a. Sekuensial (runtutan)
Pada struktur sekuensial, langkah-langkah algoritma dikerjakan secara berurutan.
b. Seleksi
Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi (pengambilan kepurusan).
c. Pengulangan
Pengulangan menyatakan suatu tindakan atau langkah yang dijalankan beberapa kali.

4. Algoritma Dalam Kehidupan Sehari-Hari

         Proses semacam algoritma sebenarnya dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja jika Anda membaca resep masakan, selain bahan-bahan yang digunakan, Anda juga akan melihat prosedur untuk membuat masakan. Prosedur dalam resep seperti itu sebenarnya menyatakan semacam algoritma. Prosedur itu merupakan suatu urutan yang memandu orang untuk melakukan suatu proses. Namun ada perbedaan antara algoritma dan prosedur. Prosedur biasanya bersifat global dengan mengasumsikan bahwa manusia telah mengetahui rincian langka-langkah tertentu.

5. Dasar Penyusunan Algoritma
         Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun suatu algoritma. Menurut Donald E Knuth dalam bukunya yang berjudul The Art Of Computer Programming, ada lima ciri penting yaitu sebagai berikut :
1. Finiteness. Menyatakan bahwa suatu algoritma harus berakhir untuk semua kondisi setelah memproses sejumlah langkah.
2. Definiteness. Menyatakan bahwa setiap langkah harus dinyatakn dengan jelas.
3. Input. Input atau masukan merupakan suatu besaran yang diberikan.
4. Output. Output atau keluaran merupakan besaran yang mempunyai kaitan atau hubungan dengan masukan.
5. Efective. Setiap algoritma diharapkan bersifat efektif, dalam ariti semua operasi yang dilaksanakan oleh algoritma haruslah sederhana dan dapat dikerjakan dalam waktu yang terbatas.



Daftar Pustaka
Rinaldi Munir,Algoritma dan Pemrograman, Informatika Bandung,2002.
Abdul Kadir,Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Java,Andipublisher    Yogyakarta,2012.



Algoritma Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Algoritma Membuat Mie Goreng Instant

1. Siapkan mie goreng instant
2. Apakah mie instant ada?
3. Jika tika tidak, beli di warung
4. Jika ada buka kemasan mie instant
5. Keluarkan mie beserta bumbu-bumbunya
6. Siapkan piring
7. Lihat kondisi piring, jika kotor dicuci dulu
8. Jika bersih siap digunakan
9. Buka bumbu-bumbunya
10. Letakkan didalam piring
11. Siapkan panci
12. Lihat kondisi panci, jika kotor dicuci dulu
13. Jika bersih panci dengan air secukupnya
14. Letakkan panci diatas kompor
15. Nyalakan kompor
16. Tunggu hingga air mendidih
17. Jika sudah mendidih, masukkan mie
18. Tunggu hingga mie matang
19. Setelah mie matang, matikan kompor
20. Siapkan saringan, lihat kondisi saringan jika kotor dicuci dulu
21. Tuang mie ke saringan, tunggu sampai airnya tiris
22. Masukkan kedalam piring
23. Siapkan sendok dan garpu, lihat kondisinya jika kotor dicuci duu
24. Jika bersih aduk mie menggunakan sendok dan garpu
25. Mie goreng siap dihidangkan


Algoritma Mencuci Piring

1. Siapkan spons
2. Apakah spons ada?
3. Jika tidak ada, beli diwarung
4. Siapkan sabun pencuci piring
5. Apakah sabun ada?
6. Jika tidak ada, beli diwarung
7. Taruh piring kotor kedalam wastafel
8. Buka keran air
9. Basahi piring kotor dengan air
10. Tutup keran air
11. Tuang sabun ke spons
12. Usapkan spons ke piring yang kotor
13. Buka kran air
14. Bilas piring yang telah disabun dengan air sampai bersih
15. Tutup keran air
16. Jika sudah bersih, taruh disamping wastafel
17. Tunggu hingga airnya tiris dan kering
18. Jika sudah kering, pindahkan piring kedalam rak piring
19. Piring siap digunakan


Algoritma Mengirim Surat Ucapan Hari Raya Melalu Pos

1. Siapkan kertas
2. Apakah kertas ada?
3. Jika tidak ada beli diwarung
4. Siapkan pulpen
5. Apkah pulpen ada?
6. Jika tidak ada beli diwarung
7. Gunakan meja yang datar untuk menulis
8. Tulis surat yang diinginkan
9. Siapkan amplop
10. Apakah amplop ada?
11. Jika tidak ada beli diwarung
12. Siapkan perangko.
13. Apakah perangko ada?
14. Jika tidak ada beli diwarung
15. Tulis nama dan alamat tujuan surat yang dituju
16. Tempelkan perangko
17. Pergi kekantor pos terdekat
18. Jika jauh gunakan kendaraan bermotor
19. Jika sudah sampai kantor pos, cari bis surat
20. Masukan surat kedalam bis surat
21. Jika sudah, segera pulang


Algoritma Mengganti Ban Mobil Yang Pecah

1.     Hentikan mobil
2.     Turun dari mobil
3.     Lihat ban bagian mana yang bocor
4.     Siapkan dongkrak dan peralatan
5.     Apakah dongkrak dan peralatannya ada?
6.     Jika tidak ada, pinjam dongkrak
7.     Pasang dongkrak
8.     Lepaskan ban yang pecah
9.     Siapkan ban baru
10.   Apakah ban baru ada?
11.   Jika tidak ada, cari tukang tambal ban
12.   Berikan ban yang pecah agar ditambal
13.   Tunggu ban selesai ditambal
14.   Kembali kemobil
15.   Pasang ban baru
16.   Kencangkan baut ban
17.   Lepaskan dongkrak
18.   Masukan dongkrak dan peralatan kedalam bagasi
19.   Masuk kembali ke mobil
20.   Nyalakan mesin mobil
21.   Lanjutkan perjalanan
       

Algoritma Saat Menelepon Kawan

1. Siapkan koin
2. Angkat gagang telepon
3. Dengarkan nada, apakah kondisinya baik?
4. Bila kondisi tidak baik cari telepon umum yang lain
5. Bila baik, masukan koin
6. Tekan nomor tujuan
7. Tunggu sampai telepon di angkat
8. Bila tidak diangkat, redial kembali
9. Setelah diangkat apakah benar dia orang yang anda tuju?
10. Bila salah ucapkan maaf kemudian tutup teleponnya
11. Siapkan koin kembali
12. Angkat gagang telepon
13. Masukan koin
14. Tekan nomor tujuan anda yang benar
15. Tunggu sampai di angkat
16. Setelah sudah diangkat apakah benar orang yang anda tuju?
17. Bila benar bicara secukupnya
18. Selesai
19. Simpan kembali gagang teleponnya


Berikut ini adalah Flowchartnya










by : M. Mahbubi 

contoh algoritma dalamkehidupan sehari hari

Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari - hari 
         
      1.       Algoritma menulis surat :
a.    Mempersiapkan kertas dan amplop
b.    Mempersiapkan alat tulis, seperti pena atau pensil
c.     Mulai menulis
d.    Memasukkan kertas ke dalam amplop
e.    Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebut

      2.       Algoritma menggunakan telepon umum :
a.    Angkat gagang telepon
b.    Masukkan koin
c.     Tekan nomor yang dituju
d.    Bicara
e.    Letakkan gagang telepon

      3.       Algoritma penyajian ayam goreng spesial :
a.    Potong ayam menjadi bagian-bagian yang kecil atau potong sayap ayam menjadi 2 bagian
b.    Lumuti potongan ayam dengan tepung bumbu ayam spesial hingga rata
c.     Diamkan selama 30 menit (lebih baik simpan di lemari es semalam)
d.    Goreng ke dalam minyak panas secukupnya hingga matang
e.    Ayam goring spesial siap disajikan, dengan nasi atau sebagai camilan

      4.       Algoritma mengirim SMS :
a.       Mengambil HP
b.      Pilih Menu -> Pesan
c.       Pilih  tulis baru
d.      Ketikkan pesan yang mau dikirimkan
e.      Setelah selesai, pilih lanjutkan untuk memasukan / memilih no tujuan
f.        Klik OK untuk mengirim.

      5.       Algoritma berwudhu :
a.      Pertama-tama adalah niat berwudhu
b.      Membaca Basmallah
c.      Nyalakan keran air
d.      Membasuh kedua telapak tangan
e.      Berkumur-kumur sebanyak 3 kali
f.       Membasuh muka sebanyak 3 kali
g.   Membasuh kedua tangan sampai ke siku yang kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali, demikian pula yang kiri
h.     Mengusap kepala sebanyak 3kali
i.       Kemudian membasuh daun telinga sebanyak 3 kali
j.     Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki yang kanan terlebih dahulu sebanyak 3  kali, demikian pula yang kiri
k.      Matikan keran
l.        Membaca do'a sesudah wudhu

Senin, 06 Juli 2015

cara merakit laptop lengkap

Disini saya akan berbagi pengetahuan buat kamu, khususnya pengetahuan tentang “Bagaimana cara merakit laptop dengan mudah dan benar?”.
Jangan pernah beranggapan merakit sebuah laptop itu sulit. Merakit laptop sebenarnya hal yang mudah. Asalkan kalian serius, fokus dan pantang menyerah semua akan terselesaikan dengan baik.
Jika ingin lebih mengetahui secara detail silahkan simak penjelasan lengkap dibawah ini ya temaaan . . .


CARA MERAKIT LAPTOP

Langkah pertama untuk laptop adalah sebgai berikut:

1.     Lepaskan batre laptop supaya tidak terjadi arus listrik pada laptop. Kemudian di bawah laptop ada 4 baut. Setelah baut selesai dibuka, dorong ke depan pada cassing tombol power.

2.     Kemudian keyboard mempunyai 4 baut untuk membukanya. Cara membukanya dorong ke depan dan hati-hati karena ada kabel fleksibel.

3. tochpet memiliki 3 baut untuk membukanya dan cara bukanya dorong ke kanan dan dorong ke depan, kita harus hati2 karena di bawahnya memiliki kabel fleksibel.

4.ini lah gambar dalaman laptop 
5. cara mambuka ram pada laptop




6. cara membuka hardisk, terdiri dari 3 baut untuk membukanya.





7. melepaskan pelindung pada itsing yang memiliki 5 baut.



8. ini adalah gambar kipas itsing dan memiliki 1 baut untuk membukanya.









9. gambar wireles pada laptop dan memutuskan kabil wireless




10.  dvd player memiliki 1 baut untuk membukanya

11. mambuka layar LCD, yang memiliki 3 baut di kanan dan kiri + satu di ujung kiri.



12. hetsing memiliki 4 baut untuk membukanya.




13. alat untuk pembersih layar LCD pada laptop

14. ini gambar hasil peretelan pada laptop komputer


15. SELESAI
Terus belajar dan jangan pernah berputus asa. Cermati setiap kesalahan, dan jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman yang dapat menjadikan lebih baik. Terus semangat dan teruslah berkarya. KREATOR MASA DEPAN . . .  SELALU BERKARYA  . . .!!!!