
Pengertian globalisasi
Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa
asing yaitu bahasa Inggris globalization. Kata globalization
sendiri sebenarnya berasal dari kata global yang berarti universal yang
mendapat imbuhan -lization yang bisa dimaknai sebagai proses. Jadi dari
asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai proses penyebaran
unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi
secara mendunia.
Globalisasi diartikan sebagai suatu
proses dimana bata-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan
interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan,
teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.
Globalisasi juga bisa dimaknai
sebagai proses dimana pengalaman kehidupan sehari-hari, ide-ide dan informasi
menjadi standar di seluruh dunia. Proses tersebut diakibatkan oleh semakin
canggihnya teknologi komunikasi dan transportasi serta kegiatan ekonomi yang
merambah pasar dunia.
Seperti dua mata koin yang berbeda,
globalisasi menawarakan keuntungan yang sangat besar dalam kemajuan
perekonomian suatu negara tapi disisi lain ada juga damapak negatif yang
ditimbulkan seperti lunturnya budaya luhur karena seruban budaya baru dari
luar.

Pengertian
Globalisasi Menurut Para Ahli
Berikut
di bawah ini merupakan pendapat para ahli yang mencoba mendefinisikan
globalisasi, diantaranya:
1. Selo Soemardjan
Globalisasi adalah suatu proses
terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia.
Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang
sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
2. Achmad Suparman
Globalisasi adalah sebuah proses
menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di
dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah .
3. Thomas L. Friedman
Globalisasi memiliki dimensi
idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas,
sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan
dunia.
4. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses
sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya
menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang .
5. Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan
Globalisasi adalah proses yang
meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan
transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.
6. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja
global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar -
pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia .
7. Anthony Giddens
Globalisasi sebagai ‘intensifikasi
hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam
sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi
bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’.
8. Martin Albrown
Globalisasi menyangkut seluruh
proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal,
komunitas global .
9. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang
sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara
didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
10. Laurence E. Rothenberg
Globalisasi adalah percepatan dan
intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan
pemerintah dari negarayang berbeda.
11. Scholte
Globalisasi diartikan sebagai
meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap
mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung
satu sama lain.

GLOBALISASI
BIDANG PENDIDIKAN DI INDONESIA
Sebagai suatu entitas yang terkait dalam budaya dan peradaban manusia, pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar dalam era globalisasi. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya, kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini. Pendidikan sudah menjadi komoditas yang makin menarik. Suatu fenomena menarik dalam hal pembiayaan pendidikan menunjukkan gejala industrialisasi sekolah. Bahkan beberapa sekolah mahal didirikan dan dikaitkan dengan pengembangan suatu kompleks perumahan elite. Sekolah-sekolah nasional plus di kota-kota besar di Indonesia dimiliki oleh pebisnis tingkat nasional dan didirikan dengan mengandalkan jaringan multinasional berupa adopsi kurikulum dan staf pengajar asing.
Otonomi pendidikan tinggi membawa implikasi hak dan kewajiban perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengatur pengelolaannya sendiri termasuk mencari sumber-sumber pendapatan untuk menghidupi diri. Konsekuensi logis dari otonomi kampus, saat ini perguruan tinggi seakan berlomba membuka program baru atau menjalankan strategi penjaringan mahasiswa baru untuk mendatangkan dana. Perdebatan antara anti-otonomi dan pro-otonomi perguruan tinggi tidak akan berkesudahan dan mencapai titik temu. Berkurangnya tanggung jawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan mengarah pada gejala privatisasi pendidikan. Dikotomi sekolah negeri dan swasta menjadi kabur dan persaingan antar sekolah akan makin seru. Akibat langsung dari privatisasi pendidikan adalah segregasi siswa berdasarkan status sosio-ekonomi. Atau, kalaupun fenomena itu sudah terjadi di beberapa kota, pemisahan antara siswa dari keluarga miskin dan kaya akan makin jelas dan kukuh.
Siswa-siswa dari keluarga miskin tidak akan mampu menanggung biaya yang makin mencekik sehingga mereka akan terpaksa mencari dan terkonsentrasi di sekolah-sekolah yang minimalis. Sementara itu, siswa-siswa dari kelas menengah dan atas bebas memilih sekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selanjutnya, karena sekolah-sekolah ini mendapatkan iuran pendidikan yang memadai dari siswa, sekolah-sekolah ini juga akan mempunyai lebih banyak keleluasaan untuk makin membenahi diri dan meningkatkan mutu pendidikan. Jadi, sekolah yang sudah baik akan menjadi (atau mempunyai kesempatan) untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, sekolah yang miskin akan makin terperosok dalam kebangkrutan.
Dalam dinamika globalisasi, anak-anak bangsa tercecer dalam berbagai sekolah
yang beragam menurut latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda. Negara belum mampu memberikan kesempatan yang adil bagi semua anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sampai saat ini, belum tampak adanya pembenahan yang signifikan dan terpadu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan tinggi. Muncul pertanyaan besar: Ke mana arah pendidikan di Indonesia? Pendidikan dimaksudkan sebagai mempersiapkan anak-anak bangsa untuk menghadapi masa depan dan menjadikan bangsa ini bermartabat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Masa depan yang selalu berkembang menuntut pendidikan untuk selalu menyesuaikan diri dan menjadi lokomotif dari proses demokratisasi dan pembangunan bangsa. Pendidikan membentuk masa depan bangsa. Akan tetapi, pendidikan yang masih menjadi budak sistem politik masa kini telah kehilangan jiwa dan kekuatan untuk memastikan reformasi bangsa sudah berjalan sesuai dengan tujuan dan berada pada rel yang tepat. Dalam konteks globalisasi, pendidikan di Indonesia perlu membiasakan anak-anak untuk memahami eksistensi bangsa dalam kaitan dengan eksistensi bangsa-bangsa lain dan segala persoalan dunia. Pendidikan nasional perlu mempertimbangkan bukan hanya state building dan nation building melainkan juga capacity building. Birokrasi pendidikan di tingkat nasional perlu fokus pada kebijakan yang strategis dan visioner serta tidak terjebak untuk melakukan tindakan instrumental dan teknis seperti UAN/UNAS. Dengan kebijakan otonomi daerah, setiap kabupaten perlu difasilitasi untuk mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat namun bermutu tinggi. Pendidikan berbasis masyarakat ini diharapkan bisa menjadi lahan persemaian bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengenali berbagai persoalan dan sumber daya dalam masyarakat serta terus mencari upaya-upaya untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik.

GLOBALISASI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
]teknologi informasi dan komunikasi
di era globalisasi dewasa ini telah mengalami perkembangan sedemikian pesat.
Kemajuan di bidang inilah yang paling cepat memunculkan terbentuknya era global
yang antarnegara seakan-akan tidak ada lagi batas-batas teritorial. Globalisasi
menunjukkan perubahan besar dalam masyarakat dunia. Apa yang ditunjukkan bukan
sesuatu yang mengada-ada. Bukan sekadar soal kita menambah perlengkapan modern,
seperti video, fashion, televisi parabola dan computer dalam cara hidup.
Kita hidup di dalam dunia yang sedang mengalami transformasi yang luar biasa
sehingga pengaruhnya hamper melanda stiap aspek kehidupan. Kita didorong masuk
ke dalam tatanan global yang tidak sepenuhnya dipahami oleh siapa pun, namun
dampaknya bias kita rasakan.
Pesatnya perkembangan teknologi
komunikasi dan informasi menjadi sebuah fenomena yang selalu menarik untuk
diminati. Teknologi komunikasi dan informasi merupakan perangkat teknologi yang
membantu manusia dalam berhubungan atau berinteraksi dengan manusia lain.
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menjadikan manusia dalam
berhubungan dengan pihak lain seakan tidak lagi dibatasi oleh waktu dan tempat.
Kapan pun dan dimana pun manusia dengan perangkat teknologi tersebut bias
menjalin hubungan, mendapatkan informasi, dan menyebarkan informasi kepada
orang lain. Teknologi komunikasi informasi telah memberikan kemudahan dalam
pergaulan hidup manusia. Bebrapa perangkat teknologi komunikasi informasi yang
ada sekarang, misalnya:
- Media cetak, seperti Koran, tabloid, dan majalah.
- Media audio, seperti radio, tape, compact disk.
- Media audio visual, seperti televise, TV kabel, internet.
- Komputer, perangkat inframerah, telepon, handphone, LCD, kamera, laptop.
Di Negara-negara maju, orang telah
akrab dengan penggunaan berbagai perangkat teknologi komunikasi dan informasi
tersebut. Kemudahan yang didapatkan dari penggunaan teknologi komunikasi dan
informasi sejalan dengan nilai-nilai yang berkembang di Negara-negara maju,
seperti efisiensi, efektifitas, dan rasionalitas. Contohnya adalah penggunaan
computer multimedia yang telah terhubung dengan jaringan internet. Dengan hanya
berada di depan computer orang biasa melakukan berbagai aktivitas, seperti
melakukan pembicaraan dengan orang lain, mengirimkan informasi, serta melakukan
transaksi (pembelian, pembayaran, dan penjualan). Apa yang dahulu tidak
terbayang bias dilakukan, sekarang ini dengan kemajuan teknologi komunikasi
informasi orang dapat melakukannya.

Globalisasi Bidang Ekonomi
Dengan adanya bentuk-bentuk
perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi tersebut maka globalisasi tentunya
berdampak bagi kehidupan masyarakat baik berupa dampak positif maupun dampak
negatif. Dampak positif dari globalisasi ekonomi diantaranya:
a. Produksi global dapat
ditingkatkan Pandangan ini sesuai dengan teori ‘Keuntungan Komparatif’ dari
David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi
dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan
masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam
bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan
pembelanjaan dan tabungan.
b. Meningkatkan kemakmuran
masyarakat dalam suatu negara Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan
masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri.
Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain
itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang
lebih rendah.
c. Meluaskan pasar untuk produk
dalam negeri Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap
negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
d. Dapat memperoleh lebih banyak
modal dan teknologi yang lebih baik modal dapat diperoleh dari investasi asing
dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan
modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan
dihadapi oleh negara-negara berkembang.
e. Menyediakan dana tambahan untuk
pembangunan ekonomi Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya
bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui
investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik
ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar
negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar
modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan
tersebut. Selain itu, globalisasi ekonomi juga mempunyai dampak yang negatif
bagi kehidupan msyarakat Indonesia diantaranya:
a. Menghambat pertumbuhan sektor
industri
Salah satu efek dari globalisasi
adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas.
Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi
menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang
baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri
yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan
sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada
industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.
b. Memperburuk neraca pembayaran
globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu
negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat
memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi
terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi
dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah
banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar
negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk
terhadap neraca pembayaran.
c. Sektor keuangan semakin tidak
stabil Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran
investasi (modal) portofolio
yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar
negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan
mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah
baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam
negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi
bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor
keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi
secara keseluruhan.
d. Memperburuk prospek pertumbuhan
ekonomi jangka panjang Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam
suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak
stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi
lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan
semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau
malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek
buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara,
distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi
masyarakat semakin bertambah buruk.
Untuk menghadapi kapitalisme global
maka pemerintah perlu melakukan hal-hal sebagai berikut diantaranya :
a. Perlunya segera dilakukan
pemberantasan KKN secara bersungguhsungguh. Pengurangan KKN hingga kondisi yang
sangat minim merupakan modal yang besar untuk menghadapi era kapitalisme
global. Selanjutnya, kita memerlukan langkah yang terencana untuk memperoleh
manfaat yang sebesar-besarnya.
b. Pemerintah perlu meletakkan
kerangka kebijakan untuk memungkinkan pergerakan sumber daya ke arah
sektor-sektor yang mempunyai prospek yang cerah. Hal ini dilakukan melalui
kebijakan yang tidak distortif terhadap keputusan investor, termasuk
memungkinkan mereka untuk mengukur tingkat resiko secara akurat.
c. Mengupayakan agar
perubahan-perubaan yang terjadi berlangsung secara bertahap, sehingga
memberikan waktu bagi pelaku ekonomi yang bergerak di industri yang tidak
kompetitif beralih ke industri yang lebih kompetitif.
d. Mempersiapkan SDM agar dapat
memanfaatkan peluang yang terbuka. Dalam hal ini termasuk misalnya, dengan
mengupayakan sertifikasi keahlian yang diakui secara internasional berikut
pelatihan untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Dari dampak globalisasi yang
ada maka dapat dilakukan kiat dalam menghadapi globalisasi, yaitu: dalam bidang
ekonomi bangsa Indonesia perlu melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dengan membangun
kerja sama pelaku ekonomi yang terdiri dari badan usaha koperasi, badan usaha
milik negara, dan badan usaha milik swasta. Daerah harus diberdayakan agar
mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang dapat diangkat menjadi produk
unggulan nasional. Dengan demikian, daya saing bangsa yang sangat diperlukan
dalam era pasar bebas dapat tercipta.

Globalisasi bidang Politik
Pembicaraan mengenai globalisasi adalah pembicaraan mengenai topik yang amat luas yang meliputi aspek mendasar kehidupan manusia dari budaya, politik, ekonomi dan sosial. Konsep globalisasi adalah suatu obyek yang nyata untuk ideologi karena seperti modernisasi yang muncul sebagai pembenaran dari penyebaran kebudayaan barat dan kapitalis. Ide-ide globalisasi akhirnya mengerucut kepada konsep pembangunan.
Dengan bahasa lain dikatakan bahwa
globalisasi adalah konsekuensi dari ekspansi penyebaran kebudayaan eropa yang
dipaksakan kepada dunia ketiga.
Kedaulatan negara merupakan ide dari proses transformasi bentuk negara di dunia. Ide ini dimulai dari tingkatan non politik, hubungan antar masyarakat sampai kebutuhan untuk mengeksiskan sumberdaya di sebuah negara dan kemungkinan pergantian konsep pemerintahan. Peningkatan hubungan ekonomi dan kebudayaan antar negara mengurangi kekuasaan dan keaktifan pemerintah pada tingkat negara-bangsa dan pemerintahan. Sehingga pemerintah tidak dapat lagi menghegemoni pemikiran dan bentuk-bentuk perekonomian pada wilayahnya. Akhirnya instrumen-instrumen yang telah dibangun pemerintah menjadi tidak efektif.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi adalah suatu kata yang mungkin paling banyak dibicarakan orang dalam waktu lima tahun terakhir ini dengan pemaknaan yang beragam. Namun, apa yang dipahami sebagai istilah globalisasi akhirnya membawa kesadaran bagi semua lapisan masyarakat yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dunia dipandang sebagai satu kesatuan dimana semua manusia di muka bumi ini terhubung satu sama lain.
Globalisasi berpengaruh terhadap dunia politik. Kenapa?
Karena globalisasi akan mempengaruhi dasar-dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan suatu negara, globalisasi berbicara mengenai hubungan multinasional sebuah negara. Politik berbicara mengenai regulasi, kebijakan, dan tata kelola manajemen kenegaraan. Globalisasi mempengaruhi perkembangan suatu negara, dan perkembangan negara dalam segala bidang akan mempengaruhi kebijakan politik dan keputusan yang akan maupun yang sudah berlaku.
Kedaulatan negara merupakan ide dari proses transformasi bentuk negara di dunia. Ide ini dimulai dari tingkatan non politik, hubungan antar masyarakat sampai kebutuhan untuk mengeksiskan sumberdaya di sebuah negara dan kemungkinan pergantian konsep pemerintahan. Peningkatan hubungan ekonomi dan kebudayaan antar negara mengurangi kekuasaan dan keaktifan pemerintah pada tingkat negara-bangsa dan pemerintahan. Sehingga pemerintah tidak dapat lagi menghegemoni pemikiran dan bentuk-bentuk perekonomian pada wilayahnya. Akhirnya instrumen-instrumen yang telah dibangun pemerintah menjadi tidak efektif.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi adalah suatu kata yang mungkin paling banyak dibicarakan orang dalam waktu lima tahun terakhir ini dengan pemaknaan yang beragam. Namun, apa yang dipahami sebagai istilah globalisasi akhirnya membawa kesadaran bagi semua lapisan masyarakat yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dunia dipandang sebagai satu kesatuan dimana semua manusia di muka bumi ini terhubung satu sama lain.
Globalisasi berpengaruh terhadap dunia politik. Kenapa?
Karena globalisasi akan mempengaruhi dasar-dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan suatu negara, globalisasi berbicara mengenai hubungan multinasional sebuah negara. Politik berbicara mengenai regulasi, kebijakan, dan tata kelola manajemen kenegaraan. Globalisasi mempengaruhi perkembangan suatu negara, dan perkembangan negara dalam segala bidang akan mempengaruhi kebijakan politik dan keputusan yang akan maupun yang sudah berlaku.
Globalisasi bidang olahraga
Di tingkat dunia, olahraga telah
lama menjadi bisnis global. Bahkan, mungkin lebih dahulu mengglobal sebelum
istilah globalisasi populer.
Dunia olahraga sepakbola tak hanya menarik di pertandingannya saja. Akan tetapi juga, pertandingannya di luar lapangan. Lihat saja bagaimana sengitnya persaingan antar negara memperebutkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia, turnamen sepak bola terbesar dunia. Untuk Piala Dunia 2018, organisasi sepakbola dunia FIFA telah menetapkan Rusia sebagai tuan rumahnya setelah bersaing ketat dengan negara-negara lain yang berminat. Ini merupakan kali pertama Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia dan kala melamar menjadi tuan rumah, Rusia tak tanggung-tanggung sudah siap menggelontorkan dana hingga US$10 miliar demi penyelenggaraan turnamen. Modal yang tak sedikit. Akan tetapi, bila mengingat Piala Dunia adalah ajang yang akan ditonton oleh banyak orang di dunia, keuntungan yang akan didapat Rusia sudah membayang akan cukup jauh di atas angka itu. Bahkan, untuk tuan rumah Piala Dunia 2022, FIFA jauh-jauh hari sudah mengadakan kontes dan persaingan antar negara untuk memperebutkan jatah ini tak kalah serunya. Akhirnya, Qatar menjadi negara pemenangnya. Ini juga kali pertama Qatar menjadi tuan rumah kejuaraan sepakbola empat tahunan itu. Cuaca panas Qatar hingga 30-40 derajat pun bukan halangan bagi Qatar karena mereka siap mengoperasikan stadion ber-AC untuk mengatasi masalah itu.
Mengglobalnya Bisnis Olahraga Di tingkat dunia, olahraga memang telah menjadi bisnis global. Bahkan, mungkin lebih dahulu mengglobal sebelum istilah globalisasi populer. Olahraga internasional telah terjadi pada abad 19 dan komersialiasi olah raga juga sudah lama terjadi. Kejuaraan olahraga internasional jelas merupakan peluang emas bagi banyak pihak untuk melakukan pemasaran. Produsen peralatan olahraga tak bisa melihat peluang pemasaran yang lebih baik daripada itu. Yang baru sekarang adalah tingkat komersialisasinya dan perluasan komersialisasinya yang kini mencapai negara-negara sedang berkembang. Banyak hal menunjukkan betapa makin mengglobalnya bisnis olahraga dunia. Sebagai contoh, makin banyak klub sepak bola Inggris kini dimiliki oleh investor asing. Mungkin satu-dua bermotifkan gaya hidup orang-orang kaya dunia yang ingin meraih gengsi pribadi, tetapi kebanyakan motifnya adalah bisnis, yakni meraih untung dari diperolehnya uang hak siar, penjualan tiket, dan
merchandising. Pertanda lain mengglobalnya bisnis olahraga adalah integrasi internasional pasar tenaga kerja di bidang olahraga. Misalnya, pemain bola Brazil kini bisa ditemui di banyak negara. Konsekuensi lain dari mengglobalnya bisnis olahraga adalah banyak atlit tingkat dunia yang sukses kini bisa memperoleh penghasilan tinggi yang mungkin pada generasi-generasi sebelumnya sulit digapai. Uang dari siaran televisi dan sponsor membuat kantong para atlet makin penuh uang, apalagi bila prestasi olahraga mereka kian membuat citra produk yang dipakai atlet tersebut meningkat. Sebagai contoh pegolf Tiger Woods yang merupakan salah satu olahragawan berpenghasilan tertinggi di dunia. Pasar produk olah raga kini juga makin mengglobal seiring kian banyaknya pebisnis olahraga Barat melirik peluang di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara berkembang itu sendiri bisnis olahraga juga menunjukkan peningkatan misalnya olahraga kriket di India. Negara-negara berkembang ini sendiri pun makin banyak yang berambisi bisa menggelar turnamen olahaga internasional di negaranya seperti tenis internasional, golf internasional, dan balap mobil. Tayangan televisi olahraga internasional kini juga menyasar pasar pemirsa Asia sebagai target. Bisnis olahraga adalah berdasarkan ide bahwa masyarakat rela membayar untuk menonton sebuah kegiatan olahraga dan televisi merupakan sarana ekspansi tontonan olah raga yang sebelumnya terbatas di stadion menjadi bertambah banyak di luar stadion. Bagi stasiun televisi, makin banyak penonton berarti makin banyak pelanggan dan pengiklan.
Dunia olahraga sepakbola tak hanya menarik di pertandingannya saja. Akan tetapi juga, pertandingannya di luar lapangan. Lihat saja bagaimana sengitnya persaingan antar negara memperebutkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia, turnamen sepak bola terbesar dunia. Untuk Piala Dunia 2018, organisasi sepakbola dunia FIFA telah menetapkan Rusia sebagai tuan rumahnya setelah bersaing ketat dengan negara-negara lain yang berminat. Ini merupakan kali pertama Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia dan kala melamar menjadi tuan rumah, Rusia tak tanggung-tanggung sudah siap menggelontorkan dana hingga US$10 miliar demi penyelenggaraan turnamen. Modal yang tak sedikit. Akan tetapi, bila mengingat Piala Dunia adalah ajang yang akan ditonton oleh banyak orang di dunia, keuntungan yang akan didapat Rusia sudah membayang akan cukup jauh di atas angka itu. Bahkan, untuk tuan rumah Piala Dunia 2022, FIFA jauh-jauh hari sudah mengadakan kontes dan persaingan antar negara untuk memperebutkan jatah ini tak kalah serunya. Akhirnya, Qatar menjadi negara pemenangnya. Ini juga kali pertama Qatar menjadi tuan rumah kejuaraan sepakbola empat tahunan itu. Cuaca panas Qatar hingga 30-40 derajat pun bukan halangan bagi Qatar karena mereka siap mengoperasikan stadion ber-AC untuk mengatasi masalah itu.
Mengglobalnya Bisnis Olahraga Di tingkat dunia, olahraga memang telah menjadi bisnis global. Bahkan, mungkin lebih dahulu mengglobal sebelum istilah globalisasi populer. Olahraga internasional telah terjadi pada abad 19 dan komersialiasi olah raga juga sudah lama terjadi. Kejuaraan olahraga internasional jelas merupakan peluang emas bagi banyak pihak untuk melakukan pemasaran. Produsen peralatan olahraga tak bisa melihat peluang pemasaran yang lebih baik daripada itu. Yang baru sekarang adalah tingkat komersialisasinya dan perluasan komersialisasinya yang kini mencapai negara-negara sedang berkembang. Banyak hal menunjukkan betapa makin mengglobalnya bisnis olahraga dunia. Sebagai contoh, makin banyak klub sepak bola Inggris kini dimiliki oleh investor asing. Mungkin satu-dua bermotifkan gaya hidup orang-orang kaya dunia yang ingin meraih gengsi pribadi, tetapi kebanyakan motifnya adalah bisnis, yakni meraih untung dari diperolehnya uang hak siar, penjualan tiket, dan
merchandising. Pertanda lain mengglobalnya bisnis olahraga adalah integrasi internasional pasar tenaga kerja di bidang olahraga. Misalnya, pemain bola Brazil kini bisa ditemui di banyak negara. Konsekuensi lain dari mengglobalnya bisnis olahraga adalah banyak atlit tingkat dunia yang sukses kini bisa memperoleh penghasilan tinggi yang mungkin pada generasi-generasi sebelumnya sulit digapai. Uang dari siaran televisi dan sponsor membuat kantong para atlet makin penuh uang, apalagi bila prestasi olahraga mereka kian membuat citra produk yang dipakai atlet tersebut meningkat. Sebagai contoh pegolf Tiger Woods yang merupakan salah satu olahragawan berpenghasilan tertinggi di dunia. Pasar produk olah raga kini juga makin mengglobal seiring kian banyaknya pebisnis olahraga Barat melirik peluang di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara berkembang itu sendiri bisnis olahraga juga menunjukkan peningkatan misalnya olahraga kriket di India. Negara-negara berkembang ini sendiri pun makin banyak yang berambisi bisa menggelar turnamen olahaga internasional di negaranya seperti tenis internasional, golf internasional, dan balap mobil. Tayangan televisi olahraga internasional kini juga menyasar pasar pemirsa Asia sebagai target. Bisnis olahraga adalah berdasarkan ide bahwa masyarakat rela membayar untuk menonton sebuah kegiatan olahraga dan televisi merupakan sarana ekspansi tontonan olah raga yang sebelumnya terbatas di stadion menjadi bertambah banyak di luar stadion. Bagi stasiun televisi, makin banyak penonton berarti makin banyak pelanggan dan pengiklan.

Globalisasi bidang pertahanan dan
keamanan
Globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi biasa. Globalisasi memang
memiliki sifat mengancam yang menakutkan. Dua kali perang dunia pada abad lalu
dipicu oleh persaingan global untuk memperebutkan sumber daya ekonomi. Contoh
paling mutakhir: pendudukan Amerika Serikat atas Irak yang telah berlangsung 4
tahun juga menunjukkan hal yang sama meskipun dibungkus dengan berbagai
argumen. Pengaruh asing dapat dianalogikan sebagai virus yang menakutkan, namun
selama ketahanan nasional sebagai sistem kekebalan tubuh cukup kuat, virus
tersebut seharusnya tidak menjadi kekuatan yang mengancam. Polemik dan retorika
tidak membantu menciptakan daya saing yang diperlukan untuk terwujudnya
Kebangkitan Nasional.
Ketahanan
nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam
mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan,baik dari luar
negeri maupun dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan
dalam mengejartujuan nasional Indonesia (Suradinata, 2005:47). Beberapa bentuk ancaman tersebut menurut doktrin hankamnas
(catur dharma eka karma) meliputi:
1.
Ancaman di Dalam Negeri
Internal
kebangsaan, ancaman dalam negeri menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa
Indonesia dalam mengukuhkan ketahanan nasional bangsa Indonesia dalam berbagai
kondisi ancaman yang berasal dari dalam negeri. Ancaman ini bisa berupa
pemberontakan, subversi, kudeta, atau apa pun namanya yang berasal atau
terbentuk dari masyarakat Indonesia.
2.
Ancaman dari luar
Dalam
bentuk fisiknya, ancaman seperti ini dapat kita jumpai dalam beberapa istilah
di bawah ini yang sangat akrab di telinga kita, antara lain: infiltrasi,
subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta
invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negri. Namun, dalam
bentuk non-fisiknya ancaman seperti ini jauh lebih berbahaya dari sekedar
perang fisik. Ia bisa berwujusd perang pemikiran, propaganda global, pelemehan
sistem – sistem kehidupan yang bersentuhan dengan sensitifitas agama, ras,
budaya, dll. Hal ini jika tidak disadari dan dibiarkan berlarut – larut akan
memicu kemerosotan suatu bangsa. Dimulai dsari kemerosotan finansial, hingga
kemerosotan moral. Akhirnya, jatah sebuah peradaban tersebut untuk tetap eksis
dalam kancah dunia tinggal menghitung hari saja.

DAMPAK GLOBALISASI
Dampak Positif Globalisasi :
- Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
- Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
- Tingkat Kehidupan yang lebih Baik.
- Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
- Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
- Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.
- Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi).
- Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
- Berkembangnya turisme dan pariwisata.
- Meningkatkan pembangunan negara.
Dampak Negatif Globalisasi :
- Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
- Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.
- Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
- Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar, Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang.
- Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
- Menghambat pertumbuhan sektor industri.
- Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme)
- Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
- Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
- Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar